Menganalisis Gangguan Rem Cakram Pada Sepeda Motor
Menganalisis
Gangguan Rem Cakram Pada Sepeda Motor
Rem
cakram (disc brake) sering disebut sebagai rem piringan. Konstruksi rem
cakram lebih sederhana sehingga mempermudah dalam hal perawatan dan penggantian
kampasnya. Identifikasi kampasa atau pad pun lebih mudah karena kondisi pad
sudah dapat diketahui hanya dengan membongkar roda. Selain itu, ketika pad akan
habis maka akan timbul bunyi “cit-cit”. Bunyi tersebut timbul karena gesekan
piringan rotor dengan pelat indikator keausan pad rem.
Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan
dalam merawat rem cakram sepeda motor , yaitu minyak rem pada reservoir dan
kondisi bantalan rem atau brake pad. Pastikan minyak rem selalu berada
diatas batas minimal yang direkomendasikan. Minyak rem tidak boleh sampai
habis. Tambahkan minyak rem jika habis atau berkurang. Jangan biarkan minyak
rem menetes pada cat atau panel bodi sepeda motor karena dapat merusak komponen
ini.
Sementara itu, brake pad
merupakan bagian penting yang sering mengalami keausan karena bergesekan dengan
cakram. Jika sampai terlambat mengganti brake pad yang telah aus,
piringan akan ikut tergerus dan menjadi aus juga.
|
Jenis gangguan |
Kemungkinan penyebab |
|
|
|
Handel rem terasa kenyal |
·
Ada udara palsu di dalam sistem
hidraulik ·
Ada kebocoran pada
sistem hidraulik ·
Kanvas rem/cakram rem
kotor ·
Sil piston caliper aus ·
Mangkuk-mangkuk piston silinder utama
aus ·
Kanvas rem/cakram rem
aus ·
Caliper kotor ·
Caliper tidak bergeser dengan baik ·
Tinggi permukaan minyak
terlalu rendah ·
Saluran minyak rem tersumbat ·
Cakram rem bengkok/berubah bentuk ·
Piston caliper menyangkut/aus ·
Piston silinder utama menyangkut/aus ·
Silinder utama kotor ·
Handel rem bengkok |
|
|
|
Handel rem terasa keras |
·
Piston caliper menyangkut/aus ·
Caliper tidak
bergeser dengan baik ·
Saluran minyak
rem tersumbat/tertahan ·
Piston silinder utama menyangkut/aus ·
Handel rem bengkok |
|
|
|
Rem menyangkut |
·
Kanvas rem/cakram rem kotor ·
Roda tidak terpasang dengan
tepat ·
Kanvas rem/cakram rem aus berlebihan ·
Cakram rem
bengkok/berubah bentuk ·
Caliper tidak
bergeser dengan benar ·
Saluran minyak rem tersumbat ·
Piston caliper tertahan |
|
|
|
Perbaikan sistem rem jenis Cakram (hidrolik) Gambar. Konstruksi rem hidrolik a)
Memeriksa ketebalan cakram Periksa secara visual
cakram terhadap kerusakan atau keretakan kemudian Mengukur ketebalan cakram
dan gunakan berbagai titik
pengukuran jika hasil pengukuran lebih kecil
dari spesifikasi maka cakram harus di ganti Gambar. Mengukur
ketebalan cakram |
||
|
b) Memeriksa keolengan cakram Periksa terhadap perubahan bentuk cakram secara visual, kemudian periksa
keolengan denganmenggunakan dial gauge, jika hasilnya melebihi spesifikasi maka harus diganti Gambar. Memeriksa
keolengan cakram c)
Memeriksa unit
caliper - Melepas caliper unit dari dudukannya, kemudian mengeluarkan semua
minyak rem dari saluran hidrolik rem. - Melepas semua komponen caliper
rem, kemudian mencuci
semua komponen menggunakan air bersih dan detergent. Gambar. Komponen Kaliper
Rem. - Memeriksa
permukaan dinding cylinder caliper dari cacat, goresan dan ukur diameter dalamnya pada arah
sumbu X dan Y di beberapa posisi. Bandingkan hasil pengukuran
dengan batas service yang diijinkan. - Memeriksa kondisi
piston caliper secara
visual terhadap cacat
maupun goresan, dan ukur diameternya pada arah sumbu X dan Y di beberapa posisi. Bandingkan hasil pengukuran
dengan batas service yang
diijinkan. |
|
Gambar. Mengukur Diameter Piston. Catatan : -
Pastikan semua komponen dibersihkan sebelum dirakit
kembali - Ganti dust seals dan piston seals
dengan yang baru apabila keduanya dilepas. - Lapisi dust seals dan piston seals serta piston caliper
dengan minyak rem baru sebelum dipasang d) Pemeriksaan keausan brake
pad. - Keausan
brake pad ditunjukkan oleh indikator batas keausan (wear indicator line)
pada brake pad. Gambar. Memeriksa Keausan Pad. - Permukaan
gesek brake pad yang kotor karena debu/terlihat mengkilap dapat dipergunakan kembali setelah dibersihkan dengan cara diamplas. Jangan menggunakan tekanan udara ataupun sikat kering untuk membersihkan
rem, karena debu rem mengandung partikel-partikel yang berbahaya bagi kesehatan. - Brake pad wajib diganti
apabila : ·
Ketebalan kurang dari batas service yang diijinkan. ·
Permukaan gesek brake
pad terkena gemuk/oli pelumas. ·
Pemeriksaan master
cylinder - Melepas semua komponen master
cylinder rem, kemudian mencuci semua komponen menggunakan air bersih
dan detergent. |
|
Gambar. Komponen Master
Silinder. - Memeriksa permukaan dinding master cylinder dari cacat, goresan dan ukur diameter dalamnya pada
arah sumbu X dan Y di beberapa
posisi. Bandingkan hasil pengukuran dengan
batas service yang diijinkan. - Memeriksa kondisi
piston master cylinder secara visual terhadap cacat maupun goresan, dan ukur
diameternya pada arah sumbu X dan Y
di beberapa posisi. Bandingkan hasil pengukuran dengan
batas service yang diijinkan. Gambar. Mengukur Piston
Master Silinder. Catatan : - Pastikan semua komponen dibersihkan sebelum dirakit kembali - Ganti cups dengan yang
baru setiap pembongkaran - Lapisi cups dan piston
dengan minyak rem baru sebelum
dipasang - Pasang pegas
dengan ujung diameter yang lebih besar
menghadap master cylinder - Pasang primary cup dengan
sisi cekung menghadap ke sisi master cylinder |
|
Gambar. Konstruksi Master
Silinder. e) Pembuangan udara palsu
(air bleeding) dalam
sistem rem Minyak rem memiliki koefisien kompresi yang
sangat rendah sehingga hampir semua gerakan tuas rem atau pedal ditransmisikan
langsung ke caliper untuk tindakan pengereman. Udara adalah
mudah dikompresi. Ketika
udara masuk sistem
hidrolis rem, gerakan tuas rem atau pedal sebagian akan digunakan
dalam mengompresi udara. Ini akan
membuat tuas atau pedal merasa spons (los), sehingga gaya pengeremen tidak semua digunakan untuk
mendorong brake pad sehingga ada kerugian dalam daya pengereman. Kegiatan air bleeding dilakukan setelah pembongkaran sistem
hidrolik rem. Prosedur membleding sistem
hidrolis adalah sebagai berikut : 1)
Menekan
brake lever, kemudian membuka bleed valve ¼ putaran sampai minyak rem keluar, kemudian menutup lagi bleed valve tersebut. Gambar. mengeluakan minyak
rem tanpa alat khusus 2)
Lepas brake lever
atau tuas ketika
bleed valve ditutup 3) Lakukan langkah no.1 dan 2 berulang-ulang sampai
terlihat minyak rem yang keluar
sudah tidak terdapat gelembung udara. 4)
Melepaskan brake lever
perlahan-lahan dan tunggu
beberapa detik. |
|
Mengeluarkan
minyak rem juga
bisa dilakukan menggunakan alat khusus yang
disebut brake beeder kits. Langkah penggunaannya adalah sebagai berikut § Isi minyak rem sampai
batas upper. § Pasang alat brake bleeder
pada katup pembuangan seperti gambar di bawah Gambar Penggantian Minyak rem dengan menggunakan brake bleeder § Lakukan pemompaan 3 atau 4 kali kemudian kendorkan katup dengan
kunci lalu kencangkan kembali. § Lakukan
beberapa kali sampai minyak rem terlihat keluar tanpa gelembung udara melalui
pipa brake bleeder Catatan: •
Sering
memeriksa isi minyak rem pada reservoir dan tambahkan apabila kurang untuk
mencegah masuknya udara ketika proses air bleeding •
Jaga
agar minyak rem tidak sampai mengenai kulit (bagi yang punya alergi) atau
bagian tubuh terutama mata •
Hindari
minyak rem yang tumpah mengenai part yang dicat, terbuat dari plastik atau
karet. •
Hindari
kotoran, debu, air atau benda asing masuk pada waktu pengisian dan
penggantian minyak rem. •
Ganti
parts yang dianjurkan pada waktu penggantian pada saat sepeda motor diservice. •
Bersihkan
permukaan brake pad dan cakram jika terdapat debu, oli atau grease (gemuk),
karena akan mengurangi akan mengurangi gaya pengeremannya. •
Brake
caliper dapat dilepas dan sepeda motor dan pad dapat diganti tanpa harus
memutuskan sistim hidraulik. |

Komentar
Posting Komentar